Masih
teringat jelas, ketika anak-anak kita masih kecil. Suka rewel dan lainnya. Kemudian
terlintasdalam pikiran kita, kapan mereka dewasa dan tidak rewel lagi. Waktupun
begitu cepat berlalu. Tanpa kita sadari merekapun semakin besar. Tibalah
saatnya ia masuk sekolah di PAUD, TK, SD, dan tiba-tiba sudah remaja. Mereka
sudah bukan anak kecil lagi. Muncullah sikapnya yang mungkin memberontak,
membantah orang tua, melawan, bahkan lebih suka menghabiskan waktu dengan teman-temannya
daripada bersama ayah ibu di rumah. Salah siapakah ini ? Sebetulnya bukanlah salah
merekasmuanya. Hal ini didorong oleh gejolak hormonnya, yang mendorong pertumbuhan
mereka. Muncul pada dirinya perasaan sudah tidak kecil lagi. Sehingga ia ingin
membuktikan kepada semua orang dengan perilakunya. Kemudian bagaimana kita
sebagai orang tua berperan disini ? sejauh mana kita bisa mengatasi tantangan
ini dan bagaimana kita dapat menaklukkan mereka ? tergantung pada sikap kita. Lalu
bagaimana sikap kita sebagai orang tua dengan anak yang sudah remaja ?
Bersikap Lunak tetapi tetap Tegas
Kita
tidak perlu galak kepada mereka agar ditakuti. Karena anak akan
sembunyi-sembunyi melakukan sesuatu yang kita tidak setuju. Maka bersikap
lunak, akantetapi bukan berarti menuruti apa yang menjadi kemauan mereka. Kita bisa
tetap menjadi teman mereka, menerima curhatnya, namun kita juga harus
menegakkan peraturan. Dalam urusan yang prinsip buatlah peraturan yang tegas. Tetaplah
pada peraturan itu dan janganlah anak-anak menginjak-injaknya dengan menyalahi
aturan. Lalu bagaimana bila anak melakukan pelanggaran ? sebagaimana sebuah organisasi,
beri peringatan dan teguran beberapa kali. Apabila tetap melanggar, maka
berilah hukuman yang mendidik. Bagi yang beragama Islam, bisa dengan membaca Al
Qur’an berapa halaman atau juz, sholat lail, atau yang lainnya.
Cobalah
Memberi Kepercayaan
Kita sadari,
bahwa tidak selamanya kita bisa mengecek isi tasnya, hapenya, atau mendengarkan
pembicaraannya dengan teman-temannya. Pahamkan
peraturan yang benar dan berikanlah pemahaman agama yang lurus agar anak kita
memiliki budi pekerti yang baik. Didiklah sejak kecil. Biasakan mereka dengan
aturan-aturan dalam keluarga dan berikan mereka kepercayaan melakukan
aktifitas. Apapun yang mereka lakukan
asalkan tidak bertentangan dengan aturan yang disepakati, biarkan ia berkreasi.
Hasilnya berikan pujian apabila berhasil. Dan berilah motivasi apabila belum berhasil.
Anak akan lebih berbangga dengan hasil karyanya sendiri.
Memberikan
Kasih Sayang Tanpa Syarat
Apabila anak
melakukan kesalahan, tetaplah kita sabar dan sayang kepadanya. Jangan justru
membencinya. Membenci perbuatannya tetapi jangan membenci anaknya. Kita memiliki
tanggung jawab membimbing mereka kembali ke jalan yang benar. Buatlah mereka
sadar tentang kekeliruannya. Sehinga mereka segera kembali kepangkuan kita. Kasih
sayang orang tua akan melunakkan perasannya dan membuat mereka sadar. Sebaliknya,
apabila kita marah dan menjauhinya, maka kita akan kehilangan mereka selamanya.
Janganlah kita mendidiknya dengan syarat-syarat tertentu yang menjadikan anak
berpendapat, kita tidak ikhlas. Semoga bermanfaat. Salam SUKSES

Tidak ada komentar:
Write komentar