087-812-896-710

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

Senin, 29 Agustus 2016

Inilah Tips, Menjadi Orang Tua Bijak

belajar mandiri

Masih teringat jelas, ketika anak-anak kita masih kecil. Suka rewel dan lainnya. Kemudian terlintasdalam pikiran kita, kapan mereka dewasa dan tidak rewel lagi. Waktupun begitu cepat berlalu. Tanpa kita sadari merekapun semakin besar. Tibalah saatnya ia masuk sekolah di PAUD, TK, SD, dan tiba-tiba sudah remaja. Mereka sudah bukan anak kecil lagi. Muncullah sikapnya yang mungkin memberontak, membantah orang tua, melawan, bahkan lebih suka menghabiskan waktu dengan teman-temannya daripada bersama ayah ibu di rumah. Salah siapakah ini ? Sebetulnya bukanlah salah merekasmuanya. Hal ini didorong oleh gejolak hormonnya, yang mendorong pertumbuhan mereka. Muncul pada dirinya perasaan sudah tidak kecil lagi. Sehingga ia ingin membuktikan kepada semua orang dengan perilakunya. Kemudian bagaimana kita sebagai orang tua berperan disini ? sejauh mana kita bisa mengatasi tantangan ini dan bagaimana kita dapat menaklukkan mereka ? tergantung pada sikap kita. Lalu bagaimana sikap kita sebagai orang tua dengan anak yang sudah remaja ?

Bersikap Lunak tetapi tetap Tegas

Kita tidak perlu galak kepada mereka agar ditakuti. Karena anak akan sembunyi-sembunyi melakukan sesuatu yang kita tidak setuju. Maka bersikap lunak, akantetapi bukan berarti menuruti apa yang menjadi kemauan mereka. Kita bisa tetap menjadi teman mereka, menerima curhatnya, namun kita juga harus menegakkan peraturan. Dalam urusan yang prinsip buatlah peraturan yang tegas. Tetaplah pada peraturan itu dan janganlah anak-anak menginjak-injaknya dengan menyalahi aturan. Lalu bagaimana bila anak melakukan pelanggaran ? sebagaimana sebuah organisasi, beri peringatan dan teguran beberapa kali. Apabila tetap melanggar, maka berilah hukuman yang mendidik. Bagi yang beragama Islam, bisa dengan membaca Al Qur’an berapa halaman atau juz, sholat lail, atau yang lainnya.

Cobalah Memberi Kepercayaan

Kita sadari, bahwa tidak selamanya kita bisa mengecek isi tasnya, hapenya, atau mendengarkan pembicaraannya dengan teman-temannya.  Pahamkan peraturan yang benar dan berikanlah pemahaman agama yang lurus agar anak kita memiliki budi pekerti yang baik. Didiklah sejak kecil. Biasakan mereka dengan aturan-aturan dalam keluarga dan berikan mereka kepercayaan melakukan aktifitas. Apapun yang  mereka lakukan asalkan tidak bertentangan dengan aturan yang disepakati, biarkan ia berkreasi. Hasilnya berikan pujian apabila berhasil. Dan berilah motivasi apabila belum berhasil. Anak akan lebih berbangga dengan hasil karyanya sendiri.

Memberikan Kasih Sayang Tanpa Syarat


Apabila anak melakukan kesalahan, tetaplah kita sabar dan sayang kepadanya. Jangan justru membencinya. Membenci perbuatannya tetapi jangan membenci anaknya. Kita memiliki tanggung jawab membimbing mereka kembali ke jalan yang benar. Buatlah mereka sadar tentang kekeliruannya. Sehinga mereka segera kembali kepangkuan kita. Kasih sayang orang tua akan melunakkan perasannya dan membuat mereka sadar. Sebaliknya, apabila kita marah dan menjauhinya, maka kita akan kehilangan mereka selamanya. Janganlah kita mendidiknya dengan syarat-syarat tertentu yang menjadikan anak berpendapat, kita tidak ikhlas. Semoga bermanfaat. Salam SUKSES

Tidak ada komentar:
Write komentar

Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?