POLA
PENDIDIKAN SEMPURNA BAGI ANAK
(edisi
pertama)
ANAK adalah tabungan bagi orang tua. Ia adalah
masa depan. ia adalah harapan. Kesuksesan orang tua bukan pada dirinya seperti
apa sekarang. Bukan pada dirinya menjadi pejabat atau konglomerat. Tetapi kesuksesan
orang tua adalah bisa mengantarkan anak-anaknya menjadi anak yang kuat dan
tangguh. Kuat jasmani, kuat ruhani, dan
kuas fikirnya.
Banyak teori pendidikan yang disampaikan oleh
para ahli. Semua merupakan cara atau teori yang bisa kita praktikkan untuk
mendidikan anak kita agar menjadi anak yang kuat dan tangguh tersebut. Yang
ingin saya sampaikan terlebih dahuluadalah Apa saja yang harus dilakukan
oleh kedua orang tua untuk membentuk sebuah pola pendidikan sempurna bagi
anak-anak?
Kedua orang tua (ayah dan ibu) ternyata harus
mempunyai pengetahuan tentang pendidikan anak ini. Bisa didapatkan dari membaca
bu-buku yang membahas tentang pendidikan ini. Bisa juga membaca dan mengambil
sebuah teori tanpa membatasi diri mereka dari teori yang lain. Beberapa teori
yang ada, yang telah didapatkan tersebut didiskusikan bersama untuk mendapatkan
kesepakatan bagaimana mendidik anak.
Setelah menentukan materi pendidikan yang
mereka inginkan dengan menyiapkan segala sesuatunya. Sebagaimana sebuah
sekolah, sebuah tujuan pendidikan hendaklah ditentukan bagaimana cara mencapai
tujuan dari sebuah materi. Dibuat SK KD. Di dalam keluarga hendaklah juga
direncanakan dan disepakati. Misalnya ingin mendidik anak agar patuh, maka kita
menentukan cara dan waktu yang tepat, kapan mengajarkan kepada anak-anak
tentang bagaimana bergaul, bertanggung jawab, saling membantu, saling
mencintai, saling menghormati dan bagaimana memberi hadiah serta hukuman.
Kedua orang tua sebaiknya menentukan cita-cita
yang jelas dalam pendidikan anak ini, sehingga jelas untuk mengambil langkah.
Tabungan satu rupiah, lebih baik dari segudang harta benda yang terpakai.
Materi pendidikan tentang patuh kepada orang tua, tanggung jawab, kebersamaan,
sikap saling hormat dan tolong menolong adalah tujuan penting yang wajib
disepakati kedua orang tua, tentang bagaimana dan kapan sifat-sifat tersebut
harus dimiliki anak-anaknya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah SATU KATA
antara ayah dan ibu dalam cara mendidik. Hal ini agar anak tidak kehilangan kesempatan
emasnya. BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Write komentar