Sebagai
lanjutan dari tulisan saya edisi pertama, maka saya sampaikan kesepakatan dan
kepahaman seperti apa yang harus dibangun oleh kedua orang tua dalam mendidik
anak. Ada beberapa hal yang harus kita ketahui, diantaranya adalah :
1.
Tanggung Jawab
Dalam
pembahasan ini saya sampaikan bahwa seorang ibu menjadi penanggungjawab
langsung dalam mendidik anak-anak. Bukan sebagai penanggungjawab pertama, tetapi
penanggungjawab langsung. Hal ini dikarenakan ibu yang paling banyak meluangkan
waktu bersama anak-anak. Maka kedua orang tua harus sepakat bahwa ibulah yang
menentukan segala sesuatu dan mtingkah laku mereka. Pada waktu tertentu
anak-anak akan berusaha untuk mendapatkan kasih sayang dari ayah ibunya. Ketika
mereka tidak mendapatkannya, mereka akan mencari orang lain yang bisa memberi
apa yang mereka inginkan.
Apabila
seorang anak meminta sesuatu kepada ayah, kemudian ayah menanyakan kepada anak,
apakah sudah bertanya kepada ibu, ini suatu pertanda awal yang baik. Diantaranya
adalah untuk mengurangi perbedaan sikap kedua orang tua dan juga anak menjadi
tahu bahwa kedua orang tuanya telah sepakat dalam mendidiknya. Apabila ibu
tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi anak, maka ibu kemudian konsultasi
kepada ayah agar bisa menyelesaikan masalahnya. Sehingga kedua orang tua
kembali kepada kesepakatan awal tentang bagaimana mendidik anaknya.
Sikap
tidakkonsinten dalampengambilan keputusan tidak diperbolehkan. Tetapi kita
harus konsisten dalam mengambil keputusan. Kita tidak perlu menjanjikan sesuatu
atau mengancam kepadanya, kecuali kita harus bersungguh-gungguh dalam menepati
janji atau memberi ancaman. Sebaiknya kita juga memberikan hadian atau hukuman
atas kesalahan mereka.
2.
Mencintai Lingkungan Rumah
Anak-anak
harus merasa bahwa orang tua mereka sangat mencintainya. Bahkan apabila mereka
melakukan kesalahan yang mengganggu kedua orang tuanyapun, mereka harus sadar
bahwa tidak mungkin kedua orang tuanya akan membencinya. Tidak mungkin
anak-anak akan tumbuh dengan baik apabila tidak ada kasih sayang dalam keluarga
itu.
Peluklah
anakmu. Ini untuk membangun hubungan kedekatan emosi dan jiwa. Bagaimana mereka
bisa meyakini bahwa kita sangat mencintainya jika kita tidak lagi memeluknya ?
coba kita renungkan, jika kita sering memeluk orang di sekitar kita, mengapa
kita tidak memeluk anak-anak kita sendiri yang di rumah ? hanya karena alasan
sudah dewasa ? ekspresi rasa cinta yang bisa dirasakan adalah hangatnya
pelukan. Karena pelukan inilah menjadikan anak enggan untuk mencari kasih
sayang di luar rumah. Maka taburkanlah perasaan cinta ini dalam rumah anda.
3.
Perhatikan Tahun Pertama Pertumbuhan
Rangsanglah
kemampuan berpikir. Ini adalah tanggung jawab kedua orang tua. Bagaimana caramenggerakkan
penglihatan, pendengaran, perasaan, sentuhan dan lain-lain. Berikanlah mainan
yang sesuai dengan usianya. Banyak sekali permainan. Kita harus lebih pandai
dan selektif dalam memilih bentuk permainan bagi anak-anak kita. Luangkanlah
waktu untuk anak-anak pada usia ini. Bermain bersama dan membersamai mereka
bermaik dan berlatih.
4.
Pendidikan Berawal dari Rumah
Pendidikan
dan pengajaran harus dimulai dari rumah sendiri. Rumah adalah asas tempat
membentuk kepribadian anak, sedangkan sekolah hanyalah pelengkap dant tidak
akan bisa menggantikan fungsi rumah. Latih mereka dangan memberi teladan yang
baik. Bagaimana mereka bisa terdidik langsung dengan kegiatan di rumah. Walau itu
hanya sekedar membuang sampak di tempatnya, merapikan mainan, berlatih
makansendiri, mandi sendiri, dan lain-lainnya. Jangan sampai orang tua tidak
mendidik dan memberi contoh ini dengan alasan besok ia akan sekolah dan
belajar. Besok kalausudah besar ia akan tahu dengan sendirinya. Rumah adalah sekolah pertama bagi anak-anak
dan orang tua adalah gurunya. (BERSAMBUNG)

Tidak ada komentar:
Write komentar