Jangan Mengaku Warga Wonogiri, Apabila Belum Berkunjung ke Masjid
Tiban Baturetno
![]() |
BATURETNO. Bagi warga Wonogiri dan sekitarnya, jangan anda mengaku
sebagai warga Kabupaten Wonogiri, apabila belum berkunjung ke Masjid Tiban ini.
Namanya Masjid At Taqwa. Terletak di Dusun Wonokerso, Desa Sendangrejo
Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri. Masjid ini sudah ditetapkan sebagai
Masjid Bersejarah. Dengan UU Kepurbakalaan Nomor 5 Tahun 1992 di bawah pengawasan
dari Dirjen Kebudayaan Direktorat Perlindungan Pembinaan Peninggalan Sejarah
dan Purbakala Indonesia, masjid ini diakui dan tercatat sebagai Masjid
Bersejarah.
Mengapa dinamakan Masjid Tiban
Masjid ini terletak sekitar 40 kilometer arah selatan dari Kota
Wonogiri. Dalam sejarahnya, masjid ini merupakan masjid tertua. Bahkan lebih
tua dari Masjid Agung Demak. karena lebih
dulu pembangunannya dibanding legendaris di Demak.
Dalam riwayatnya, Masjid Tiban Wonokerso, dijadikan model atau maket
sebelum menentukan bagaimmana bentuk, wujud, dan tipe bangunan Majid Agung
Demak. Dalam buku Sekitar Wali Sanga, karya Solichin Salam (penerbit Menara
Kudus), ada beberapa pendapat tentang tanggal dan tahun pendiriannya. Ada yang
menyakini dibangun pada Kamis Kliwon malam Jumat Legi tanggal 1 Dulqoidah di tahun
Jawa 1428.
Pendapat lain menyebutkan, dibangun pada tahun Saka 1388 sesuai
dengan candrasengkala 'Naga Salira Wani', dan sesuai dengan gambar petir di
pintu tengahnya. Pendapat lain lagi menyebutkan, bahwa masjid Demak didirikan
pada tahun Saka 1410, berdasarkan gambar bulus di dalam masjid.
Jauh sebelum pendirian Masjid Demak, Masjid Tiban Wonokerso telah
lebih dulu ada. Menurut legendanya masjid itu ditemukan pertama kali oleh Ki
Ageng Tugu (Tuhu) Wono, ketika membuka hutan rimba di wilayah Sembuyan
(Wonogiri Selatan), untuk dijadikan tanah perdikan.
Waktu itu, Kiai Ageng Tuhu Wono,
yang dibantu oleh Kiai Ageng Serang dan Kiai Gozali, beserta para
pengikutnya. Betapa takjud dan terpesonanya, ketika membuka hutan rimba
Sembuyan, ditemukan masjid model rumah panggung yang hanya terbuat dari kayu
jati. Penemuan secara tiba-tiba ini, menjadikan masjid itu kemudian dinamakan
Masjid Tiban (tiba-tiba ada).
Pembangun Masjid Tiban
Kemudian Siapa yang membangun masjid tiban ini? Menurut legenda, masjid
ini dibangun oleh para wali, ketika mereka mengembara dalam rangka melaksanakan
tugas Raja Demak Bintoro, untuk mencari kayu jati pilihan yang akan digunakan sebagai
bahan baku saka guru (tiang induk) Masjid Agung Demak. Konon, para wali tersebut
singgah di rimba Sembuyan dan sempat membuat masjid itu.
Ketika di rimba Sembuyan mereka tidak menemukan kayu jati pilihan,
para wali meneruskan perjalanannya menuju ke wilayah Keduwang dan menemukan
hutan jati Donoloyo. Di hutan Donoloyo inilah para wali menemukan pohon jati
yang layak dipakai untuk membangun masjid Demak. Sejak masjid tiban ini ditinggalkan,
lambat laun masjid tiban ditelan rimba Sembuyan, dan baru ditemukan kembali oleh
Ki Ageng Tuhu Wono.
Dalam perkembangannya selanjutnya, Keraton Surakarta ikut
memperhatikan keberadaan Masjid Tiban. Raja Paku Buwono, menugaskan ulama Imam
Muhamad untuk mengurus Masjid Tiban dan sekaligus menjadi imam masjidnya. Apabila
kita perhatikan sejarahnya, Masjid Tiban ternyata menjadi pusat penyebaran Islam pertama di Wonogiri.
Nah, sampai sekarang Masjid Tiban ini masih terjaga keasliannya,
walaupun ada beberapa tempat yang sudah mengalami perbaikan. Anda belum pernah
berkunjung ? Ayo, ajak keluarga anda untuk berziarah. Semoga dengan berkunjung,
anda lebih bisa memaknai kesyukuran. SALAM SUKSES !

I ya saya tau letak Masjid Tiban...tidak terlalu jauh dari kampung ku..
BalasHapusI ya saya tau letak Masjid Tiban...tidak terlalu jauh dari kampung ku..
BalasHapusrumanya mana mbak rusmini ruslan ?
Hapusrumanya mana mbak rusmini ruslan ?
Hapus